Today My Life Begins - Bruno Mars
Jangan bilang "SEANDAINYA" atau "KENAPA" !
JANGANLAH SEDIH BERKEPANJANGAN....
"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan tidak pula pada diri sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah..."
( QS.Al-Hadiid: 22 )
Pada suatu ketika Ibrahim bin Adham melihat seorang laki-laki yang sedang bersedih. Dia berkata kepada lelaki itu, "Wahai saudara, aku ingin menanyakan kepadamu tiga pertanyaan dan aku harap engkau menjawabnya." Lelaki itu menjawab, "Baiklah."
Ibrahim pun bertanya, "Apakah ada hal yang terjadi di alam ini yang tidak dikehendaki Allah..?"
Lelaki itu menjawab, "Tentu tidak."
Ibrahim bertanya lagi, "Apakah rizkimu berkurang dari apa-apa yang telah Allah tetapkan kepadamu..?"
Lelaki tersebut menjawab: "Tidak berkurang".
Ibrahim bertanya lagi, "Apakah akan berkurang suatu tempo waktu yang ditetapkan bagimu dalam kehidupan ini...?"
Sekali lagi dia menjawab, "Tidak."
Setelah terjawab ketiga pertanyaan itu, Ibrahim bin Adham berkata, "Kalau begitu mengapa engkau masih bersedih..??"
****
Terkadang manusia dalam menjalani hidupnya tak selalu mendapatkan keinginan yang dicita-citakan...
Rencana dan impian tertata apik terburai percuma, usaha keras sekuat tenaga pun seakan tak berdaya apa-apa, menyisakan kepingan-kepingan duka dan kekecewaan...
Banyak juga di antara manusia merasa hidup tak beruntung. Memiliki masa lalu kelam dan pengalaman pahit.
Atau, setidaknya dalam perjalanan hidup kita, pernah mengalami masa yang menyesakkan dada, terhimpit beban berat, membuat kesedihan tak berujung.
Misalnya bisnis yang merugi karena kesalahan mengambil keputusan, studi berantakan, keluarga broken home, himpitan ekonomi, bencana alam melanda, dan sebagainya.
Mengingat peristiwa lampau tersebut terkadang membuat orang tersebut merasa lemah, terus terbelenggu dan tak berdaya. Karena itu, Rasulullah melarang seseorang menyesali berlebihan dengan mengandai-andai...
Rasulullah bersabda, " Bersungguh-sungguhlah pada hal yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan kepada Allah serta jangan merasa lemah. Bila kamu ditimpa sesuatu, janganlah kamu mengatakan, 'Seandainya (tempo hari) aku melakukan ini, niscaya begini.' Katakanlah, 'Allah telah menakdirkan dan apa yang Allah kehendaki maka itu terjadi.' Sesungguhnya kata seandainya akan membuka pintu perbuatan setan..."
( HR. Bukhari )
Lebih jelas dalam surat At-Taubah ayat 51, Allah berfirman,
" Katakanlah: 'Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal'..."
Manusia itu begitu lemah. Segala marabahaya dan bencana, semuanya telah ditetapkan Allah sebelum penciptaan manusia...
Dengan meyakini hal ini, semata-mata manusia akan merasa takjub pada kebesaran dan kekuasaan-Nya.
Bukan berarti kemudian kita pasrah menyikapi bencana yang menimpa. Karena, kebahagian dan kesedihan yang datang silih berganti bukan tanpa suatu maksud...
Namun, agar kita lebih bersyukur, berempati pada orang lain, meraup hikmah dan amal tiada terkira...
Sungguh, tak patut manusia berputus asa karena derita yang bertubi-tubi...
Serta tak layak pula dia berubah sombong bila menerima suatu keberhasilan dan kesuksesan...
Sumber: Status Tika Istiqomah Anwar
Belajar yuuu belajar !
Nih ada beberapa artikel di blog yang dulu, yang akunnya ane lupa :D hehe
Because ♡ ♡
Because ♡
Rumor - Butiran Debu
Aku Tidak Takut NERAKA !
- Kisah obrolan antara orang gila yang alim dan Abid (ahli ibadah) yang shalih.Di suatu negeri, hiduplah seorang abid yang selalu bermunajat kepada Allah Ta’ala di setiap hari-harinya. Apabila dia ingat atas dosa-dosanya yang telah lalu, tak jarang dia menangis tersedu-sedu sehingga air matanya membasahi hampir sebagian baju yang dikenakannya. Maklum saja, abid tersebut dulunya adalah seorang yang pernah hidup di lembah hitam yang sudah barang tentu, beraneka macam bentuk kemaksiatan sudah pernah dicicipinya.
Suatu hari, ketika abid tersebut sedang asyik dalam munajatnya dan menangis tersedu-sedu sehingga air matanya membasahi kedua pahanya, lewatlah orang gila melintasi tempat di dekat ahli ibadah tersebut bermunajat.
Dalam munajatnya, abid tersebut berkata:
“Wahai Tuhanku…janganlah masukkan aku ke neraka”.
“Belas kasihanilah aku…bersikap lembutlah kepadaku wahai Tuhanku”.
“Wahai Dzat yang Maha Rahman dan Rahim…jangan siksa aku dengan neraka-Mu”.
“Aku ini sangat lemah wahai Tuhanku…aku pasti tidak akan kuat bertempat di neraka-Mu…oleh karena itu, kasihanilah aku wahai Tuhanku”.
“Wahai Tuhanku…Kulitku ini sangat lembut, pasti tidak akan kuat menahan api neraka-Mu. Oleh karena itu wahai Tuhanku…Kasihanilah aku”.
“Wahai Tuhanku…tulangku sangat rapuh, tidak akan kuat menahan siksaan neraka-Mu, oleh karena itu wahai Tuhanku…Kasihanilah aku”.
Mendengar ucapan abid yang sedang bermunajat tersebut, orang gila yang sedang melintas tadi tiba-tiba tertawa terbahak-bahak dengan sangat keras sekali.
Ha ha ha ha ha ha…!!
Karena merasa dilecehkan, sambil melotot abid tadi berkata:
“Wahai orang gila…apa yang sedang kamu tertawakan??!!”.
Dengan terkekeh orang gila tadi menjawab:
“Ucapan dalam munajatmu tadi sungguh membuatku tergelitik untuk tertawa”.
Abid menimpali:
“Ucapanku yang mana yang membuatmu tertawa wahai orang gila??!”.
Orang gila tadi menjawab:
“Engkau menangis karena takut dengan neraka…itulah yang membuatku tertawa terbahak-bahak!!”
Abid berkata:
“Apakah engkau tidak takut dengan neraka wahai orang gila??!”.
Sambil kembali tertawa terbahak-bahak orang gila tersebut menjawab:
“Ha ha ha ha ha….Sedikit pun aku tidak takut dengan yang namanya neraka”.
Abid berkata:
“oowwhh….benar, engkau memang benar-benar gila!!”.
Sambil sedikit menahan tawa, orang gila tadi menjawab:
“Kenapa engkau takut dengan neraka wahai abid, sedangkan engkau memiiliki Tuhan Yang Maha Rahman dan Rahim??!, yang rahmat-Nya lebih luas dari apapun juga!!”.
Dengan agak takjub dengan ucapan orang gila tadi, abid tersebut menjawab:
“Sesungguhnya aku memiliki dosa yang apabila Allah Ta’ala meminta pertanggung jawaban kepadaku dengan keadilan-Nya, niscaya Allah akan memasukkan aku ke neraka”.
“Oleh karena itu aku menangis wahai orang gila…itu semua aku lakukan agar Allah Ta’ala berbelas kasihan kepadaku, mengampuni dosa-dosaku, tidak meminta pertanggung jawaban kepadaku dengan keadilan-Nya, tetapi dengan keutamaan dan kelembutan-Nya, sehingga Dia tidak memasukkan aku ke dalam neraka-Nya”.
Ha ha ha ha ha ha….!!
Mendengar jawaban abid yang sangat memilukan dan terkesan memelas tersebut, orang gila tadi kembali tertawa terbahak-bahak dengan suara yang lebih keras lagi.
Dengan kesal abid tersebut berkata:
“Apa yang engkau tertawakan wahai orang gila??!”.
Masih dalam kedaan terkekeh, orang gila tadi menjawab:
“Wahai abid…engkau memiliki Tuhan Yang Maha Adil yang tidak akan pernah berkhianat, tetapi engkau malah takut kepada-Nya”.
“Engkau memiliki Tuhan yang Maha Rahman, Maha Rahim, Maha menerima taubat…tetapi engkau malah takut dengan nerakanya”.
Sambil agak bingung dengan pernyataan orang gila tadi, abid tersebut berkata:
“Apakah engkau tidak takut pada Allah Ta’ala wahai orang gila??!”
Dengan sedikit tertawa orang gila tersebut menjawab:
“Iya…aku takut kepada Allah Ta’ala, tetapi takutku kepada-Nya bukan karena neraka-Nya”.
Mendengar jawaban orang gila tersebut, abid tadi bingung dan tidak habis pikir, kemudian bertanya:
“Jika engkau tidak takut dengan neraka-Nya, lalu apa yang membuatmu takut kepada Allah Ta’ala??!!”.
Tiba-tiba dengan mimik muka yang cukup serius, orang gila tadi menjawab:
“Yang aku takutkan adalah ketika nanti aku bertemu dengan Tuhanku dan Dia menanyaiku…wahai hamba-Ku, kenapa engkau bermaksiat kepada-Ku??!”.
“Jika saja aku ditakdirkan menjadi calon penghuni neraka, aku sangat berharap supaya aku dimasukkan neraka tanpa dihadapkan kepada-Nya dan ditanyai terlebih dahulu”.
“Api neraka lebih ringan menurutku dari pada harus menjwab pertanyaan Allah Ta’ala…aku pasti tidak akan mampu memandang-Nya dengan pandangan seorang pengkhianat ini, serta menjawab pertanyaan-Nya dengan mulut seorang penipu ini”.
“Jika saja dengan dimasukkannya aku ke neraka, itu semua membuat kekasihku ridlo kepadaku…maka dengan senang hati aku menerimanya”.
Kemudian dengan suara pelan dan masih dengan mimik muka serius, orang gila tadi kembali berkata:
“Wahai abid…maukah kamu aku beri tahu sebuah rahasia, tetapi jangan engkau bocorkan rahasia ini kepada siapapun??!”.
Dengan mimik muka bingung, abid tersebut menjawab:
“Apa rahasia tersebut wahai orang gila??!”.
Dengan agak berbisik orang gila tersebut menjawab:
“Taukah kamu wahai abid, bahwasanya Tuhanku tidak akan pernah memasukkan aku ke neraka…taukah kamu kenapaa!!”
Dengan terkejut dan bingung abid tadi berkata:
“Loh….kok bisa begitu wahai orang gila??!”.
Dengan tenang dan tatapan mata menerawang jauh, orang gila tersebut menjawab:
“Itu semua disebabkan karena aku beribadah kepada-Nya dengan dasar cinta dan rindu, sedangkan engkau wahai abid, engkau beribadah kepada-Nya dengan dasar takut serta tamak akan surga-Nya”.
“Persangkaanku kepada-Nya lebih baik dari pada persangkaanmu…harapanku kepada-Nya lebih baik dari pada harapanmu”.
“Oleh karena itu wahai abid, perbaikilah harapanmu kepada Tuhanmu dengan sebaik-baik harapan”.
“Taukah engakau wahai abid…dulu ketika Musa alaihissalam melihat api di gunung Thursina lalu mendatanginya dengan harapan mendapat sedikit kehangatan dari api tersebut, ia kembali menjadi seorang Nabi, dan aku…aku pergi menuju Tuhanku dengan membawa cinta dan rindu untuk melihat keindahan-Nya, maka aku kembali sebagai orang gila”.
Setelah berkata demikian, tiba-tiba orang gila tersebut kembali terawa terbahak-bahak lalu pergi meninggalkan abid begitu saja. Dan dengan dihinggapi rasa takjub yang luar biasa atas ucapan orang gila tadi, sambil kembali menangis abid tersebut berkata:
“Subhanallah…orang gila tadi adalah bukan orang sembarangan, dia adalah paling cerdas-cerdasnya orang yang pernah aku temui sepanjang hidupku”.
*Walaupun tidak jelas dari mana sumber kisah ini, namun tetap saya tulis. Yaaah….meskipun begitu, semoga tetap ada manfaat meski sedikit dari tulisan ini. Juga, semoga bisa menjadi ibaroh serta bahan renungan bagi kita semua…Amin.
From Google to International Women's Day
Nuansa Bening - Vidi Aldiano
Oh..tiada yang hebat dan mempesona
Ketika kau lewat di hadapanku
Biasa saja...
Waktu perkenalan lewatlah sudah
Ada yang menarik pancaran diri
Terus mengganggu
Mendengar cerita sehari-hari
Yang wajar tapi tetap mengasyikkan
Reff :
Kini terasa sungguh
Semakin engkau jauh
Semakin terasa dekat
Akan ku kembangkan
Kasih yang kau tanam
Di dalam hatiku
Oh, tiada kejutan pesona diri
Pertama kujabat jemari tanganmu
Biasa saja...
Masa pertalian terjalin sudah
Ada yang menarik bayang-bayangmu
Tak mau pergi
Dirimu nuansa-nuansa ilham
Hamparan laut tiada bertepi
Back to Reff
Menatap nuansa-nuansa bening
Tulusnya doa bercinta
Move On - Bruno Mars
Whooo Whoooo
How do I end up in the same old place,
faced again with the same mistakes,
so stubborn thinking I know what is right,
but life proves me wrong everytime,
taking roads that lead me nowhere,
how do I expect to get there,
but when will I learn to just put you first.
I come to you now when I need you,
but why do I wait to come see you,
I always try to do this on my own
but I was wrong cause only with you can I move on.
Can I move on.
Oh
When I awake it's you that makes me strong,
and I know that you've been with me all along,
so many times I begin to close my eyes and listen to my heart,
with you life is so easy why do I make it hard,
oh taking roads that lead me nowhere how do I expect to get there when will I
Learn to just put you first.
Hey!
I come to you now when I need you,
but why do I wait to come see you,
I always try to do this on my own
but I was wrong cause only with you can I move on.
I get out of my own way, let you have your way.
Cause I realize I'm no god on my own,
I'm there for you, I'll sell for you
I can't live without you. Noooo
I come to you now when I need you, why do I wait to come see you,
I always try to do this on my own but I was wrong, I was wrong, I was wrong.
With only you, only you, with only you.
Can I move on, can I move on, can I move on..
Mirror - Bruno Mars feat Lil Wayne
*Lil Wayne
With everything happening today
You dont know whether you’re coming or going
But you think that you’re on your way
Life lined up on the mirror dont blow it
Look at me when Im talkin to you
You looking at me but I’m lookin through you
I see the blood in your eyes
I see the love in disguise
I see the pain hidden in your pride
I see you’re not satisfied
And I dont see nobody else
I see myself I’m looking at the
*Bruno Mars
Mirror on the wall, here we are again
Through my rise and fall
You’ve been my only friend
You told me that they can understand the man I am
So why are we here talkin’ to each other again
*Lil Wayne
Oh, I see the truth in your lies
I see nobody by your side
But I’m with you when you re all alone
And you correct me when Im lookin wrong
I see that guilt beneath the shame
I see your soul through your window pane
I see the scars that remain
I see you Wayne, Im lookin at the..
One ♥
Ntah apa yg membuat ku begitu kuat mempertahankan satu nama, mungkin Mama yang slalu mendukungku tapi itu juga tidak membuat ku setegar ini, Ketika aku disakiti, dibohongi, diduakan hingga putus hubungan berbulan-bulan aku masih mau untuk mempertahankan satu nama, tapi kadang manusiawi ketika aku menangis, aku manusia aku juga wanita wajar aku menangis,
aku hanya percaya Tuhanlah yg membuat ku seperti ini, Tuhan membuat ku tegar dengan sakit hati ini, Thx God cinta mu membuat ku tegar dan mampu mempertahankan satu nama ini. .
Kuku dan Sayang ini ♥
Kuku yang belum seminggu aku potong sudah mulai tumbuh kembali,







